Senin, 11 April 2016

MASIH DALAM DEKAPAN SANG PENCIPTA

MASIH DALAM DEKAPAN SANG PENCIPTA

irisan lembut sang pembuat masakan disetiap pagiku,.
tak luput dalam penitipan Doa yang selalu terpanjatkan.
rasanya semakin membaur tak berbekas,.
ucapan rindu yang menyapa sahdu kini semakin memudar dan lepas,

wahai sang Agung, penitipan rasa yang luar biasa ini sungguh menyiksa.
terbilang fitrah bagi sebagian orang.
namun bagiku hanya kunjungan semu yang membuat khayalan yang berbaur panjang nan kian merajut angan tak usai.
serpihan bayangan tak kunjung lenyap dari pelupuk mata, apakah ini yang disebut rasa berbentuk daun waru itu. yang orang kebanyakan bilang tak sampai gila bila tak terbalas.
Dulu aku tak percaya akan itu, karena rasanya tak adil jika menduakan kasih sayang malaikat titipanMu untuk sesosok orang yang tak aku kenal.
berdasarkan kegalauan yang sangat kental dan memuncak, aku ingin kembali kedekapanMu.
yang tak akan habis aku curahkan, aku pinta bahkan jika akupun hanya sebuah titipan.

aku sudah kliru menjauh dari pelukan hangatMu, tanpa aku sadari semua melangkah pergi perlahan namun pasti.
Semua akan kembali padaMu, tak terkecuali hanya sebongkah perasaan yang tak usai ini.
aku bawa semua perasaan yang berantakkan ini kepadaMu, aku yakin engkau sudah memberikan hiasan dalam perjuangan yang tak pernah aku tahu, karena yang aku ingini belum tentu Engkau setujui.
aku bersyukur masih dalam dekapanMu,
aku masih Engkau lindungi dengan hangatnya skenarioMu,
sungguh istimewa dalam dekapMu

"NLJ"
#belajarmenerimaapapunskenarioMu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar