Minggu, 17 April 2016

IKHLASKAN, JANGAN KAU PAKSAKAN, KARENA HASIL AKAN BURAM.


IKHLASKAN, JANGAN KAU PAKSAKAN, KARENA HASIL AKAN BURAM.



Berkutat dengan rutinitas adalah kebiasaan banyak orang di tempat yang biasa disebut dengan kota metropolitan ini.
Sajak demi sajak dibacakan oleh sang penyair itu, tak kalah saing diseberang sana ada yang memamerkan betapa indahnya lagu dangdut yang sedang berdendang,..
aaaahh! kemana saja pemikiran ini, tak  satu pun terpaut dari sekitarku, cuman hanya wajahmu yang tak pernah terhapus oleh penghapus pikiranku,
aku hanya ingin meng ignore dan mendelete semua kenangan ini dengan segala kekesalanku.
Dengan segala kebodohan yang pernah aku lakukan dalam hal rasa ini, dengan segala hal yang menyita waktuku dengan adanya kamu.
iya kamu..
sembari meneguk segelas teh hangat ini, aku berpikir keras untuk menyibukkan diriku dan membuang bayanganmu, bayangamu, bayanganmu. Tak sedikit yang aku lakukan untuk membuang semuanya dan ingin membuka bab baru untuk meneruskan cerita tanpamu, tanpa secenti kenanganmu.
Pasrah, hanya itu yang akhirnya aku lakukan setelah seminggu aku terjebak dengan kegiatan yang aku lakukan demi untuk membuang kenangan dan bayanganmu, semoga hal ini adalah cara yang benar yang aku lakukan. Aku tak ingin jadi pribadi yang munafik dan membuat semuanya seperti skenarioku. pasti Tuhan akan marah jika aku tak menjalankan skenarioNya, semakin tenggelamlah aku dibuat oleh kenangan manismu enam bulan lalu.
Iya kamu..
Kenapa harus kamu,.
Hadirmu membuat aku kagum dan sekaligus tak mampu berjalan lagi.
Kuhabiskan tetes teh hangat ini dan berjalan menyusuri koridor kampus ini..
tak begitu lama angin menyapa dan seperti berbisik bahwa kamu adalah rahasia terbesarku, atau memang mungkin Allah belum memberikan jalan untuk niatan baik kita. Atau memang kamu yang hanya mempermainkanku saja. Hanya Allah dan waktu yang akan menjawab semua ini.
Mungkin..
Sembari menghela napas ini.. dan berucap dengan keyakinan.. Bismilah.. Memang masih belum diperkenankan oleh yang maha mengatur kehidupan ini.. (berbisik dengan hati kecilku: barangkali memang Allah dan semesta belum mendukung apa yang aku ingini). Sudahlah, ikhlas kupha.. ikhlas kupha.. ayo semangat dan terus berjalan, perjalanan masih panjang..
masih banyak hal yang harus kamu capai dan kamu gaapai cita-citamu.
hal sepele ini akan Allah aturkan buatmu, jangan pernah takut, karena keyakinanmu dengan Allah tak akan ada yang salah.
Sadarkah kamu.. jika Allah maha hebat dan sebegitu mudah Allah menjadikan sesuatu, kita hanya perlu berikhtiar, berdoa dan tawakal.
Semakin kau sadar bahwa secentipun tak akan luput dari perbendaharaan Allah dan para MalikatNya :)
Ikhlaskan, karena Hal yang kau paksakan hasilnya tak akan indah, bahkan mungkin itu buruk bagimu.
***********

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Kamis, 14 April 2016

PENANTIAN BELUM BERUJUNG

PENANTIAN BELUM BERUJUNG 


Lihatlah, seperti hujan namun tak basah..
Hai Kau Hati..
Cukuplah suaramu yang ku dengar, jangan kau untai lagi bayang semu yang tak berujung..
Sekali lagi aku peringatkan, namun kau selalu merajut percikan seperti embun yang segar di tengah padang gurun yang gersang..
Andai kau mau akupun tak akan berkata lain selain ingin..
Tapi tak jua datang niatan baikmu..
Masih belum berujung..
Masih menantimu..
Kadang aku berpikir untuk melepaskan angan semu ini,
namun sepertinya masih indah terpaut kawat yang aku sendiripun tak mengerti mengapa seperti ini, tak terungkapkan..
Apakah ini yang aku punya, seutuhnya kau ambil tanpa kau sisakan..
Terlalu rumit menjelma dalam kesederhanaan prasangka.
ini belum berujung..


Senin, 11 April 2016

MASIH DALAM DEKAPAN SANG PENCIPTA

MASIH DALAM DEKAPAN SANG PENCIPTA

irisan lembut sang pembuat masakan disetiap pagiku,.
tak luput dalam penitipan Doa yang selalu terpanjatkan.
rasanya semakin membaur tak berbekas,.
ucapan rindu yang menyapa sahdu kini semakin memudar dan lepas,

wahai sang Agung, penitipan rasa yang luar biasa ini sungguh menyiksa.
terbilang fitrah bagi sebagian orang.
namun bagiku hanya kunjungan semu yang membuat khayalan yang berbaur panjang nan kian merajut angan tak usai.
serpihan bayangan tak kunjung lenyap dari pelupuk mata, apakah ini yang disebut rasa berbentuk daun waru itu. yang orang kebanyakan bilang tak sampai gila bila tak terbalas.
Dulu aku tak percaya akan itu, karena rasanya tak adil jika menduakan kasih sayang malaikat titipanMu untuk sesosok orang yang tak aku kenal.
berdasarkan kegalauan yang sangat kental dan memuncak, aku ingin kembali kedekapanMu.
yang tak akan habis aku curahkan, aku pinta bahkan jika akupun hanya sebuah titipan.

aku sudah kliru menjauh dari pelukan hangatMu, tanpa aku sadari semua melangkah pergi perlahan namun pasti.
Semua akan kembali padaMu, tak terkecuali hanya sebongkah perasaan yang tak usai ini.
aku bawa semua perasaan yang berantakkan ini kepadaMu, aku yakin engkau sudah memberikan hiasan dalam perjuangan yang tak pernah aku tahu, karena yang aku ingini belum tentu Engkau setujui.
aku bersyukur masih dalam dekapanMu,
aku masih Engkau lindungi dengan hangatnya skenarioMu,
sungguh istimewa dalam dekapMu

"NLJ"
#belajarmenerimaapapunskenarioMu